Langit dini hari di Bandara Soekarno-Hatta masih gelap ketika rombongan jamaah berkumpul. Di antara mereka ada Bu Salma (47), seorang guru yang sudah lama menyimpan mimpi untuk berkunjung ke Masjidil Aqsho. “Saya ingin sujud di tempat Rasulullah ﷺ pernah berdiri,” ucapnya dengan suara bergetar saat mengisi formulir keberangkatan.
Perjalanan kali ini bukan perjalanan biasa. Melalui Pusat Umroh, Bu Salma mendaftar paket “Umroh plus Aqsho”—sebuah perjalanan spiritual lintas tiga negara: Arab Saudi, Jordan, dan Palestina. Setiap langkah bukan hanya tentang perjalanan fisik, tapi perjalanan hati.
Ketika pesawat mulai naik menembus awan, Bu Salma memejamkan mata, membisikkan doa yang ia simpan selama bertahun-tahun:
“Ya Allah, izinkan aku menapaki tanah yang Engkau berkahi dan tempat para nabi-Mu berjuang.”
Jordan: Menyusuri Jejak Nabi di Tanah Batu dan Angin Padang Pasir
Hari pertama di Jordan terasa seperti masuk ke lembaran kitab sejarah. Udara dingin memeluk tubuh, tapi hangatnya sambutan membuat semua jamaah tersenyum. Perjalanan dimulai menuju Petra — kota batu berwarna merah yang memantulkan cahaya senja dengan indah.
Bus berhenti di kaki lembah. Dari sana, jamaah harus berjalan kaki melewati lorong sempit Siq, batu-batu menjulang di sisi kanan-kiri seperti benteng yang menjaga rahasia masa lalu. Di ujung jalan, tampak megah Al-Khazneh, bangunan batu raksasa yang seolah muncul dari dinding tebing.
Bu Salma menatapnya lama. “Bagaimana mungkin manusia berabad-abad lalu membangun ini tanpa alat modern?” tanyanya kagum. Pemandu tersenyum, “Inilah tanda kebesaran zaman dulu, tapi juga pengingat bahwa tidak ada yang kekal selain Allah سبحانه وتعالى.”
Matahari mulai tenggelam. Langit berubah jingga. Jamaah berkumpul di pelataran untuk shalat Maghrib. Suara takbir dan bacaan imam menggema lembut di antara tebing batu, seolah bergema ke seluruh padang pasir. Momen itu membuat hati siapa pun bergetar.
Palestina: Sujud di Bawah Kubah Emas Masjidil Aqsho
Hari berganti. Bus melaju pelan menuju Palestina. Di perbatasan, jamaah diperiksa satu per satu. Wajah tegang, tapi doa terus mengalir dari bibir mereka. “Semoga langkah ini dimudahkan,” ucap pembimbing, menenangkan suasana.
Begitu melewati gerbang Yerusalem, suasana berubah hening. Kubah emas Masjidil Aqsho terlihat di kejauhan, bersinar memantulkan cahaya matahari sore. Air mata Bu Salma menetes tanpa sadar. Ia menatap dari jendela bus dan berbisik,
“Akhirnya, aku sampai juga…”
Ketika langkah pertama menjejak halaman masjid, udara terasa berbeda — sejuk, damai, dan penuh berkah. Setiap detik terasa sakral. Jamaah saling berpelukan, ada yang menangis, ada yang tersenyum dalam haru.
Shalat di dalam Masjidil Aqsho menjadi pengalaman yang tak tergantikan. Sujud di lantai batu yang pernah disentuh Rasulullah ﷺ saat Isra’ Mi’raj membuat hati luluh. Di tengah linangan air mata, Bu Salma berdoa:
“Ya Allah, jadikan aku bagian dari orang-orang yang Engkau cintai, sebagaimana Engkau muliakan tempat ini.”
City Tour yang Penuh Makna dan Doa
Rombongan kemudian diajak berkeliling kota tua Yerusalem. Mereka mengunjungi Masjid Umar bin Khattab رضي الله عنه, makam para nabi, dan pasar tradisional yang sudah berdiri sejak ribuan tahun lalu.
Setiap tempat punya cerita. Pemandu menjelaskan dengan suara tenang, “Inilah tanah para rasul. Setiap batu di sini punya kisah, setiap langkah adalah doa.”
Jamaah mendengarkan dengan penuh takzim. Tak ada suara selain desir angin dan gumaman dzikir.
Salah satu jamaah muda, Arif (29), berkata lirih, “Dulu saya berpikir perjalanan spiritual itu cuma tentang ritual. Tapi ternyata, ini tentang menyentuh sejarah yang hidup.”
Mereka berfoto di depan Masjidil Aqsho, tapi bukan sekadar untuk konten media sosial — melainkan sebagai bukti rasa syukur yang sulit diungkapkan kata-kata.
Mengapa Umroh Plus Aqsho Begitu Istimewa?
“Umroh plus Aqsho” bukan sekadar paket perjalanan, tapi kesempatan langka untuk menyatukan tiga jejak besar peradaban Islam: Makkah, Madinah, dan Baitul Maqdis.
Setiap titik perjalanan mengajarkan kesabaran, keikhlasan, dan cinta kepada Allah سبحانه وتعالى.
Banyak jamaah kini memilih paket dari Pusat Umroh karena mereka ingin merasakan makna yang lebih dalam. Paket “Umroh plus Aqsho Januari 2026” bahkan sudah dibuka lebih awal karena peminatnya luar biasa. Fasilitas hotel nyaman, city tour ke Petra, serta pembimbing bersanad membuat perjalanan ini tak hanya aman tapi juga penuh nilai spiritual.
Penutup: Ketika Iman Menjadi Cahaya dalam Perjalanan
Pesawat kembali mengudara menuju Tanah Air. Di kursinya, Bu Salma menatap jendela, melihat cahaya bulan di atas awan.
Ia tersenyum.
“Aku datang dengan hati yang lelah, tapi pulang dengan jiwa yang baru.”
Begitulah perjalanan ini — bukan sekadar ziarah, tapi perjalanan pulang ke diri sendiri. Dari Petra yang megah hingga Masjidil Aqsho yang suci, setiap detik adalah doa yang bergerak.
Karena sejatinya, Umroh plus Aqsho bukan tentang seberapa jauh kamu melangkah, tapi seberapa dalam kamu memahami makna setiap langkah itu. 🌙✨